????Gatal sekali????Yangyang????Sangat nikmat????????秧秧 Yangyang《鸣潮》wuthering_waves 鳴潮

38 ditonton 5 hari yang lalu 4:25
Yangyang
14 videos
P站: Dukungan HD: x: Yang. Angin. Helai rambut melayang. Bukan angin yang bergerak, tapi hatiku. Frekuensimu bergetar, bergetar sejak detik aku terbangun. Tiga tahun tak pernah berhenti. Tanda suara. Di tengah dahi. Bersinar. Aku ingin menyentuhnya. Bukan dengan tangan, tapi dengan mata. Menyentuhnya di setiap layar pemuatan selama tiga tahun terakhir. Bilah pemuatan mencapai 100%, tapi tak bisa mencapai hatimu. Ethereal. Ujung rambut meluruh. Bulu. Putih. Kau bilang itu reaksi balik. Aku bilang itu karena kau menanggung terlalu banyak frekuensi untuk orang lain, sampai rambutmu pun mengingatnya. Nyanyian. Cahaya pedang. Bulu hitam. Kau bangkit. Bukan dari bintang empat ke bintang lima, tapi dari hatiku keluar ke layar. Atribut anihilasi meledak, layar bersih, monster mati, dan aku pun mati. Bukan bilah darah yang nol, tapi detak jantung yang kelebihan beban. Kau bersenandung di tepi laut. Aku ingat. Kau tak ingat bahwa aku ingat. Tak apa. Cukup aku yang ingat. Lagu itu tanpa lirik, hanya melodi. Melodi tanpa nama, hanya angin. Angin tanpa arah, hanya kau. Kau dari Jinzhou. Kau dari Mingting. Kau dari pasukan Yegui. Kau anggota Tabai. Kau nona kedua. Kau ikon gim ini. Kau pemanduku. Kau milikku— Bukan. Kau bukan milikku. Kau milik dirimu sendiri. Kau yang berkata "personel belakang perlu banyak pertimbangan" lalu menumpuk semua beban di pundakmu. Kau yang tersenyum padaku dan berkata "pelan-pelan saja" sementara kau berlari lebih cepat dari siapa pun. Kau yang berubah dari butuh perlindungan menjadi bisa melindungi semua orang. Tapi aku tetap ingin berdiri di belakangmu. Bukan barisan belakang seperti dulu, tapi lebih jauh lagi. Di belakang bayanganmu. Di belakang suara anginmu. Di belakang frekuensimu. Di belakang satu detik keheningan setelah kau selesai bernyanyi. Satu detik keheningan. Cukup untuk membuatku hidup tiga tahun. Yang. Tanda suara di tengah dahimu adalah jamku. Saat ujung rambutmu melayang, itu adalah jarum detikku. Saat kau berkedip, jantungku berdetak. Jika kau tak berkedip, jantungku tak berdetak. Tak berdetak pun tak apa. Berhenti di matamu, lebih baik daripada berhenti di mana pun. Jangan berhenti, angin. Jangan putus, frekuensi. Teruslah berlari ke depan, aku tetap di belakangmu. Bukan mengejar, tapi menunggu. Menunggu kau menoleh, menunggu kau menyanyikan lagu tanpa lirik lagi, menunggu ujung rambutmu melayang lagi, menunggu tanda suaramu bersinar lagi, menunggu kau berkata— "Pelan-pelan saja." Hmm. Pelan-pelan saja. Aku belum pergi. Aku masih di dalam kalimat "pelan-pelan saja" darimu, pelan-pelan saja.

Komentar